Malam telah menghetakan dia(gadis) di sudut pojok kamar yang penuh dengan pertanyaan dan kegelisahan yang semakin hari semakin terlihat dalam kelopak matannya,
Waktu kian melangkah pergih meninggalkanya dan menyuruhnya mulai menata akan keluarganya, dia(gadis) dituntut untuk mejadi sesok tumpuhan dalam keluarganya, beban semakin terlihat namun ia mecoba tenang, tegar dan pantang untuk menyerah demi adik yang sangat ia sayangi, ia tak perduli hujatan yang keluar dari mulut mulut yang nakal, yang ia butuhkan adalah melihat keluarganya tersenyum, kadang ia tak suka dan tak menyukai jika ibu bapak sedang cekcok, dia hanya terdiam dalam kamar dan air mata tak lama membasahi seluruh bantalnya, sampai ia lupa bahwa waktu terus meninggalkanya tanpa belas kasihan,
Kini ia semakin dewasa dan ia mulai menujukan rasa sayang kepada semua orang, dan ia mulai membuka hati untuk siapa pun yang mau masuk, tapi ia mulai tau cara yang baik untuk bersahabat.
Seringnya ia terluka akan ocehan laki" pecadu sandiwara, sering juga ia menangisi masa lalu, dan sekarang dia mulai tau mana yang pas dan mana yang bisa dijadikan sahabat dalam hidupnya.
Di sisi lain ia tak memadang orang sebelah mata(tangan juga boleh, sikel pun boleh juga) ia adalah calon ibu yang sangat kuat, ibu yang berjiwa kuat,
Disuatu ketika ia berada dalam nya beban dan ia menyadarinya bahwa ini adalah ujian dari Tuhan(kayak anak sd aja pakek ujian) ia mulai meraba dari masalah satu ke satu dan ia mulai menikmatinya, dia enjoy akan masalah itu dan masalahnya gak tau yang bikin tulisan ini bikin masalah saja.
Waktu kian melangkah pergih meninggalkanya dan menyuruhnya mulai menata akan keluarganya, dia(gadis) dituntut untuk mejadi sesok tumpuhan dalam keluarganya, beban semakin terlihat namun ia mecoba tenang, tegar dan pantang untuk menyerah demi adik yang sangat ia sayangi, ia tak perduli hujatan yang keluar dari mulut mulut yang nakal, yang ia butuhkan adalah melihat keluarganya tersenyum, kadang ia tak suka dan tak menyukai jika ibu bapak sedang cekcok, dia hanya terdiam dalam kamar dan air mata tak lama membasahi seluruh bantalnya, sampai ia lupa bahwa waktu terus meninggalkanya tanpa belas kasihan,
Kini ia semakin dewasa dan ia mulai menujukan rasa sayang kepada semua orang, dan ia mulai membuka hati untuk siapa pun yang mau masuk, tapi ia mulai tau cara yang baik untuk bersahabat.
Seringnya ia terluka akan ocehan laki" pecadu sandiwara, sering juga ia menangisi masa lalu, dan sekarang dia mulai tau mana yang pas dan mana yang bisa dijadikan sahabat dalam hidupnya.
Di sisi lain ia tak memadang orang sebelah mata(tangan juga boleh, sikel pun boleh juga) ia adalah calon ibu yang sangat kuat, ibu yang berjiwa kuat,
Disuatu ketika ia berada dalam nya beban dan ia menyadarinya bahwa ini adalah ujian dari Tuhan(kayak anak sd aja pakek ujian) ia mulai meraba dari masalah satu ke satu dan ia mulai menikmatinya, dia enjoy akan masalah itu dan masalahnya gak tau yang bikin tulisan ini bikin masalah saja.


0 Response to "Dia si gadis kecil"
Posting Komentar
Buat kalin ingin berbuat banyak ke saya langsung saja hubungi saya 082385438848